Sabtu, 20 Juni 2015

Tips mengemudi di jalan tol

Jalan tol sering digunakan oleh pemakai jalan yang mengemudikan mobil untuk melaju kencang. Untuk itu pemakai jalan perlu mematuhi aturan supaya selamat dan terhindar dari kecelakaan. Karena jalanan adalah milik bersama, maka patuhilah aturan dan disiplin berlalu lintas di jalan tol. Berikut ini beberapa tips mengemudi di jalan tol : Menjaga jarak adalah sangat penting, terutama saat mendadak ada kendaraan melaju didepan, kita bisa melakukan pengereman pada jarak minimal. Misalnya pada kecepatan 100 km/jam kita harus mengambil jarak minimal 50 m. Saat hendak membelok, beri tanda dengan lampu sign kemudian lihat spion tengah baru spion samping kiri atau kanan. Menyusul mobil harus dari kanan jalan. Perlu diingat, bahu jalan digunakan hanya oleh ambulans atau mobil rescue, keadaan darurat (saat ban pecah misalnya). Bila ban pecah, menepilah ke kiri. Untuk mengganti ban mobil sebelah kanan, parkir separuh badan mobil di sebelah kanan, dengan posisi parkir separuh badan mobil di rumput dan setengahnya lagi di aspal. Bila mengganti ban kiri maka semua badan mobil berada di rumput dan ban kanan persis batas aspal. Jika mobil berhenti di tengah jalan karena keadaan darurat, jangan lupa pasang segitiga pengaman berjarak 10 m dan nyalakan lampu hazard. Bila ban pecah saat mobil berada di jalur kanan, tepikan mobil ke rumput di sebelah kanan. Tinggalkan mobil disana sementara penumpang harus keluar dari mobil dan menunggu menyeberang ke bahu kiri. Jika terpaksa mobil diperbaiki di jalan, penumpang harus keluar dari mobil dan menunggu di rumput. Hal ini untuk mengantisipasi kendaraan lain yang terpaksa membuang mobil ke jalur luar. Perhatikan garis yang ada di jalan. Bila terdapat garis kuning panjang tidak terputus, berarti jalan terdiri dari dua arah. Jangan melewati garis itu untuk melewati kendaraan. Setelah menemukan garis putih dan terputus-putus maka kita boleh menyusul kendaraan.

Cara Mengemudi Yang Aman

Seperti dikutip pada judul berita utama di koran "Kompas" hari ini (08 Oktober 2011) dengan judul "Maut Mengintai Setiap Moda", penulis setuju sekali dan bisa menyimpulkan bahwa betul sekali di Indonesia kecelakaan alat transportasi sudah dalam keadaan kritis dan sudah harus mulai dibenahi, hampir untuk semua moda transportasi saat ini beresiko untuk celaka. Memang kejadian suatu kecelakaan transportasi tidak bisa dihindarkan dari beberapa penyebabnya yang dipengaruhi oleh faktor prasarana (misal kondisi jalan, marka dll), faktor lingkungan atau cuaca, kelengkapan peraturan (termasuk penegakan peraturannya) dan terakhir karena faktor manusia, dan untuk selanjutnya tulisan ini hanya berhubungan dengan faktor manusia terutama Anda sebagai pengemudi. Faktor Manusia terutama pengemudi atau pilot atau Nahkoda adalah faktor yang sangat menentukan dalam hal keselamatan transportasi, mereka biasanya dibekali pengetahuan yang cukup tetang alat transportasi yang digunakannya termasuk harus memiliki izin "mengemudi", berpengalaman, dan tahu secara garis besar mengenai permesinan, misal tahu akan kondisi ban, tahu masalah cuaca, kondisi kendaraan (rem, air radiator, instrumnetasi, alat navigasi, lampu, alat darurat, dlsb). Untuk memudahkan cerita, maka tulisan ini akan lebih membahas masalah tranportasi darat yaitu kendaraan "mobil" dan di dunia mengemudi (berkendaraan) saat ini dikenal 3 (tiga) macam cara mengemudi, yaitu: "Safety Driving", Aggressive Driving" dan "Defensive Driving", dan sebagai gambaran bisa dijelaskan sebagai berikut: - Safety Driving, adalah mengemudi dengan selamat (mungkin secara guyon sering terbaca dibelakang bak truck yang tertulis "utamakan selamat"), dimana pengemudi dalam berkendaraan hanya mengutamakan selamat bagi dirinya pribadi tanpa memperhatikan sekitarnya, tapi biasanya pengemudi masih memperhatikan peraturan dan cara mengemudi yang baik, Safety driving ini biasa dilakukan oleh pembalap. - Aggressive Driving, yaitu mengemudi dengan lebih "garang/menyerang/ugal-ugalan", kadang pengemudi sudah tidak memperhatikan peraturan, dan sangat membahayakan pemakai jalan lain, cara mengemudi ini biasanya sudah tidak peduli dengan apapun. - Defensive Driving, adalah mengemudi dengan cara aman, dengan banyak mengalah, selain cara mengemudi ini akan aman bagi dirinya juga aman bagi pengguna jalan lainnya, sering sebagai moto mereka adalah 'utamakan keselamatan" Definisi yang diberikan oleh "National Safety Council's Defensive Course (USA)"mengenai defensive driving adalah "driving to save lives, time, and money, in spite of the conditions around you and the actions of others", mungkin secara terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut, defensive driving adalah "untuk menyelamatkan nyawa, waktu dan uang, tanpa memperdulikan kondisi dan tindakan orang lain", atau dengan kata lain meskipun kondisi jelek, cuaca tidak mendukung, tindakan orang lain sangat membahayakan, tetapi kita mengemudi harus tetap tenang dan menghindarkan diri dari kemungkinan terjadi kecelakaan. Beberapa saran dalam melaksanakan Defensive Driving adalah: Tahap persiapan: - Kondisi Kendaraan, misalnya sebelum melakukan perjalanan, cek dan test setiap peralatan yang ada di mobil anda, misalnya: Kondisi rem, tanda lampu "sign", lampu mobil, klakson, kondisi ban termasuk bunganya (biasanya masih diatas 1 mm tebal bunganya), oli mesin, oli rem, air pendingin, kondisi wiper, dan lain sebagainya terakhir kap mesin harus sudah rapat. - Kondisi Peralatan, apakah spare part (minyak rem, ban cadangan, air accu, dll tersedia), alat P3K, Sabuk Pengaman, tools, segitiga pengaman, dan lain sebagainya. - Kondisi Pengemudi, apakah sudah makan, tidak sakit/fit, sudah tidur cukup, tidak lupa membawa SIM dan STNK yang masih berlaku, memakai baju yang tidak mengganggu dan lain sebagainya. Kondisi jalan dan Peraturan: - Yang paling utama adalah taat pada peraturan lalulintas, mengerti akan arti dari marka jalan, perhatikan kondisi jalan, tahu dengan pasti tujuan Anda mau kemana. Saat Mengemudi: - Hindari pengemudi lain yang aggressive ("ugal-ugalan"), sebagai contoh dibelakang Anda ada kendaraan yang terlalu mepet, sebaiknya Anda menghindar dan mempersilahkan pengemudi itu menyusulnya (menyalip), karena bila sesuatu terjadi misalnya saat adanya pengereman mendadak, maka sudah pasti mobil yang dibelakang Anda tersebut akan menabrak kendaraan Anda. - Turuti aturan lalulintas yang berlaku saat itu, misal berusaha turunkan kecepatan selalu dibawah kecepatan maksimum yang diperbolehkan, dlsb. - Hindari pandangan yang terhalang, misalnya Anda sedang mengemudi dibelakang container, sehingga pandangan sangat tertutup oleh bak konteiner ("seperti menghadap tembok") maka Anda harus berusaha menghindarinya dengan pindah jalur. - Turuti "aturan 2 (dua) detik" (two-second rule) yaitu aturan menjaga jarak di jalan arteri atau jalan biasa, dimana mobil Anda dengan mobil di depan anda harus berjarak selama 2 (dua) detik, mengukurnya misal ada kendaraan didepan Anda melewati suatu tiang maka saat kendaraan Anda sampai di tiang tersebut harus dicapai dalam dua detik, tetapi jarak ini harus bertambah menjadi lebih lama (3, 4, 5 detik) bila kecepatan menjadi lebih kencang misalnya saat mengemudi di jalan tol. - Menurut teorinya ada 8 (delapan) rahasia mengemudi supaya selamat (diambil dari "http://kidshealth.org"), yaitu: o Utamakan Keselamatan, janganlah berpikiran atau mempunyai niat agresif dalam mengemudi ("jangan ugal-ugalan") o Perhatikan sekita Anda, misal ada pengemudi yang ugal-ugalan, maka patut dihindari oleh Anda sebagai pengemudi yang sadar (tidak ikut gila). o Jangan tergantung dari Pengemudi lain, maka janganlah sekali kali memperkirakan tindakan pengemudi kendaraan lain, seperti memperkirakan kendaraan itu pasti belok kiri maka kita ke kanan. o Selalu mempunyai jalan keluar, misal saat ada pengereman mendadak maka bisa menghindarinya. o Ikuti Aturan 2 (dua) detik, yaitu menjaga jarak sepanjang dua detik dengan kendaraan di depannya, bila di tol maka aturan menjadi aturan 4 (empat) detik, atau bahkan menjadi aturan 5 (lima) detik o Hindari resiko, sebagai pengemudi harus bisa membaca resiko yang bisa terjadi dan segera hindari resiko itu. o Fokus mengemudi, hindari mengemudi sambil mengobrol ,makan, minum atau berbicara lewat telpon, sebaiknya betul betul focus mengemudi. Yang perlu diingat saat mengemudi adalah Anda adalah bagian dari masyarakat jalanan yang saat itu Anda berada, maka Anda harus berprinsip bahwa Anda adalah pengemudi yang membawa kebaikan bagi semua orang disamping buat Anda sendiri serta Keluarga Anda, ingat Istri Anda, Orang tua, dan Anak Anda selalu mendambakan Anda selalu berada di tengah-tengah mereka, kenapa kita harus bertindak konyol dengan mempertaruhkan nyawa atau badan Anda sendiri. Kendali ada ditangan Anda. Selamat Mengemudi dengan Aman, "UTAMAKAN KESELAMATAN". Salam Mengemudi http://www.kompasiana.com/

TIPS DAN TRIK MENGEMUDI MOBIL UNTUK DRIVER PEMULA

TIPS DAN TRIK MENGEMUDI MOBIL UNTUK DRIVER PEMULA 1. Biasanya anda menyetir didampingi dengan seorang instruktur yang duduk dikursi sebelah anda. Kali ini anda harus menyetir sendirian dan ada perasaan janggal, saatnya menumbuhkan keyakinan bahwa anda telah dapat mengendalikan kenderaan anda dengan baik 2. Bila Anda harus mengemudi sendirian, mulailah pada jalan-jalan yang Anda ketahui, tapi ingat untuk menjaga agar anda tidak tersesat siapkan peta jalan. 3. Berdoalah sebelum anda menjalankan kenderaan anda. 3. Ketika keyakinan telah tumbuh mengemudilah dengan perasaan nyaman sebagaimana anda pemilik mobil, bukan mempermasalahkan keadaan jalan. 4. Walaupun anda telah lulus tes mengemudi, harus tetap berkendara dengan peraturan yang ada. Sekali-kali jangan melanggar peraturan teknis menyetir maupun peraturan lalu lintas 5. Ketrampilan anda dalam menyetir tidak selalu menghindarkan anda dari kecelakaan yang mungkin saja terjadi. 6. Menyetirlah dengan menyesuaikan kecepatan mobil anda sesuai dengan keadaan lalu lintas pada saat itu. Jika situasi jalan dalam keadaan ramai dan merayap anda harus mengendalikan kenderaan anda lebih serius/berhati-hati agar tidak berserempetan atau menabrak kenderaan lain. Bila keadaan telah lancer baru anda menambah kecepatan sebagaimana anda mampu mengendalakan kenderaan anda. Ingat, bukan yang penting kencang/mengebut, tapi sesuai kecepatan mobil dengan ketrampilan anda mengemudi dan kondisi lalulinta pada asaat itu 7. Istirahat dan tidur yang cukup sebagai persiapan jika anda akan mengadakan perjalan jauh, agar konsentrasi anda dalam berkendara dalam keadaan fit. Pastikan kondisi mobil tidak ada permasalah teknis dan bahan bakar cukup. Mendengar infromasi lalu lintas dari siaran radio akan membantu anda memilih jalan yang dapat ditempuh dalam keadaan lancar 8. Hindarkan menyetel radio atau cd ketika sedang mengemudi, sebaiknya setting dilakukan sebelum dalam perjalanan. Jangan terlalu keras menyetel radio atau music yang berakibat anda tidak dapat mendengar klakson atau serine mobil dalam keadaan darurat dibelakang anda. 9. Sebagai pengendara pemula bisa saja anda membawa teman yang sebaya dengan anda, kendali atau perintah dari teman anda tersebut jangan sampai menambah kerumitan anda mengendalikan mobil ketika dalam masalah, misalnya kemacetan lalu lintas pada jalan tanjakan. Anda harus tetap mengembil keputusan yang tepat, misal menggunakan rem tangan atau mensimultankan antara kopling dan gas ketika mobil dalam posisi menanjak dan merayap. 10. Jaga pandangan kedepan dan jaga jarak kenderaan anda dengan kenderaan yang ada didepan. Tidak perlu gugup tapi jalnkan semuanya denga rileks dan penuh keyakinan. Boleh berbicara dengan penumpang disebelah atau yang ada di kursi belakang tetapi tidak perlu menolehkan pandangan kepada mereka. 11. Pelajari tentang tips dan trik mengemudi serta belajar video-video tentang pelajaran mengemudi, akan membuat anda dapat mengemudi dengan baik dan aman. 13. Jangan meninggalkan barang-barang berharga dalam mobil ketika sedang beristirahat. Barang berharga yang terlihat dari luar mobil dapat memngundang pencurian. 16. Jika Anda sedang mengemudikan mobil anda di jalan yang permukaannya licin, kotrol terhadap pedal rem, pedal kopling dan pedal gas harus dengan lembut, untuk menghindari mobil tergelincir keluar dari jalan raya. 17. Hindari menggunakan obatan-obatan dan minuman beralkohol ketika mengemudi dari :kiatmengemudi.wordpress.com